Gunung Kelud

Gunung Kelud

PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia adalah moment penting dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan. Mengingat kemerdekaan tujuan terpenting adalah
penyegaran dalam menghargai jasa para paklawan dan mensyukuri. Syukur yang terpenting adalah menjaga negeri ini dan mengisinya dengan pembangunan di segala bidang.Menjaga negeri ini kita telah diberi tuntunan oleh pemimpin negeri ini dengan memperkokoh empat pilar nerbangsa dan bernegara; 1. Menjaga tegaknya Pancasila sebagai dasar negara.
                                        2. Memperkokoh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pijakan bernegara.
                                        3. Bhinneka Tumggal Ika sebagai landasan kehidupan dalam kemajemukan  
                                            dan keanekaragaman dalam negara kita.
                                        4. Negara Kesatuan Republik Indonesia keutuhannya agalah Harga Mati.
Dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Desa Banturejo juga tak ketinggalan ada kiprah didalamnya. Masyarakat pada saat Jepang menduduki negeri ini juga taat kepada pimpinan perjuangan untuk menyelamatkan diri. Mereka semua membuat lubamg persembunyian atau kita kenal dengan istilah PLUANGAN.
Di Desa Banturejo juga menjadi markas tentara dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang ditempatkan dirumah-rumah penduduk. Rumah yang bisa memuat banyak tentara adalah rumah Mbah Kandar yang berada di utara KPN, Rumah Mbah Tiamah kediaman Bapak Moch.Sardjono sekarang, Rumah Mbah Tursi. Dan masih banyak tempat-tempat lain yang hanya bisa menapung satu, dua, dan tiga orang.
Tentu saja warga Banturejo ikut berkiprah dalam melayani kebutuhan-kebutuhan para pejuang kemerdekaan tersebut, baik tempat, keamanan maupun fasilitas lain.
Di Desa Banturejo pada waktu ada pasukan belanda datang dari Batu lewat Pujon dan pada waktu masuk Ngantang  melewati Dusun Pakan sampai Banturejo untuk menuju Mendalan. Warga semuanya harus tetap berdiam dalam rumah demi keamanan. Dalam perjalanan Pasukan Belanda menuju Mendalan ada seorang yang menjadi korban tertembak mati di Banu yaitu Pak Patram warga Dusun Pakan. Dan yang menjadi tawanan Belanda adalah Pak Lim suami mbok siwuh warga RT 10. Beliau menjadi tawanan sampai berbulan-bulan.
Warga Desa Banturejo yang ikut menjadi pasukan pejuang diantaranya adalah Pak Tariman, Pak Paniadi, Pak Sudaman, Pak Panoso, Pak Ahmad (Mat Jenggot), dan lain-lain. Mereka ikut hanya bermodal tekad dan keberanian demi kemerdekaan.
Tempat-tempat siaga di Desa Banturejo adalah sawah dagan untuk siaga siang dan malam bertempat di kebun bawah pohon durian belakang rumah Mbah Kandar.
Pada waktu kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 warga Desa Banturejo mengetahui lewat penghubung dari pejuang dan belum ada sumber yang menyebutkan tanggal berapa informasi kemerdekaan sampai di Desa Banturejo.
Demikian sekilas derap perjuangan kemerdekaan di Desa Banturejo semoga amal ibadah mereka para pejuang diterima disisi Ilahi. Dan mohon semua pihak yang memiliki informasi tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia di Desa Banturejo dapat disampaikan, sebagai bahan pelajaran generasi muda.
 

Tidak ada komentar: